BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 29 Oktober 2009

Saya benci jatuh cinta

Saya benci jatuh cinta. Saya BENAR-BENAR benci jatuh cinta. Saya benci jika harus memikirkan anda, saya benci jika harus mengingat nama anda, dan saya benci jika berpikir ingin sekali menemui anda. Kenapa? Karena saya pikir anda itu racun, toxic yang sangat mematikan. Mungkin seperti lagu Britney Spears? Racun anda sudah membuat saya benar-benar sekarat. Saya benci anda, tapi entah kenapa saya ingin sekali menjamah anda.

Saya benci jatuh cinta. Saya benci jika harus tersenyum sendiri saat membaca sms anda, saya juga benci jika saya harus terperanjat kaget melihat wall dari anda. Anda itu master hipnotis, anda tega membuat saya tertawa, terkejut, menangis dan merenung hanya demi anda. Saya benci anda, benci mengetahui kalau untuk selamanya anda tidak akan pernah menjadi milik saya.

Saya benci jatuh cinta. Saya benci melihat maskara dan eyeliner saya yang luntur saat menangisi anda. Dan saya benci melihat status facebook saya yang di like berjuta orang karena saya menulis tentang anda. Anda itu penghancur, anda menghancurkan perasaan tegas saya. Saya serasa linglung, saya bingung. Saya akui saya memang tidak tegas. Apalagi saat menghadapi anda. Saya hanya bisa berkata iya walaupun hati saya menjerit tidak.

Saya benci jatuh cinta. Saya benci jika anda memanggil saya sayang. Saya benci jika anda menanyakan saya sedang apa, atau sedang ada dimana. Dan saya benci, saya sangat benci saat anda bilang anda menyukai saya. Saya benci itu semua, semua itu racun! Hipnotis! Penghancur!

Saya benci jatuh cinta. Saya benci jika harus tau saya tidak akan pernah bisa bersama anda, saya tidak akan pernah bisa melihat senyum tulus anda. Karena saya tau, anda hanya mempermainkan perasaan saya, anda hanya menggantungkan perasaan saya. Saya hanya bisa menunggu sampai anda berkata iya, atau tidak.

Tapi satu pertanyaan saya,

Kenapa saya bisa sebegitu bodohnya bisa jatuh cinta pada anda? Padahal saya benci jatuh cinta, apalagi jatuh cinta pada anda. Ya saya memang bodoh, perasaan tentang anda yang begitu meluap-luap, begitu membuat saya buta, membuat saya jatuh cinta. Atau ini adalah saatnya? Saatnya saya harus mulai belajar kembali, untuk mencintai perasaan jatuh cinta? Saya hanya bisa menunggu waktu untuk menjawabnya.